Key insights and market outlook
Rantiyem, seorang pengusaha mikro yang didukung oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), berhasil menghidupkan kembali usaha batik keluarga melalui program Mekaar. Dengan modal awal dan bimbingan usaha, ia mengubah keterampilannya menjadi usaha yang berkembang. PNM telah memberdayakan lebih dari 22 juta perempuan melalui inisiatif pembiayaan ultra-mikro, menyediakan dukungan keuangan dan pelatihan bisnis.
Rantiyem, seorang perempuan Indonesia yang tangguh, telah berhasil menghidupkan kembali usaha batik keluarga dengan dukungan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Mekaar. Perjalanannya selama lebih dari tiga dekade menunjukkan kekuatan menggabungkan keterampilan tradisional dengan praktik bisnis modern.
Rantiyem belajar seni membatik dari orang tuanya di tahun 1990-an dan melanjutkan tradisi tersebut hingga ia pindah mengikuti suami. Bertahun-tahun kemudian, setelah mengalami tantangan berjualan kecil-kecilan di pasar tradisional, ia memutuskan untuk menghidupkan kembali keterampilannya. Titik balik terjadi ketika ia menjadi nasabah program Mekaar PNM, yang memberinya modal awal dan dukungan bisnis komprehensif.
Program Mekaar PNM tidak hanya memberikan bantuan keuangan, tapi juga ekosistem lengkap untuk pertumbuhan usaha Rantiyem. Ini termasuk:
Kisah sukses Rantiyem bukan kasus isolasi. PNM telah memberdayakan lebih dari 22 juta perempuan melalui inisiatif pembiayaan ultra-mikro. Program ini telah menciptakan efek domino di masyarakat dengan:
Upaya perusahaan ini telah mengubah bukan hanya usaha individu tapi seluruh komunitas, menciptakan dampak berkelanjutan yang melampaui dukungan keuangan langsung.
Microfinance Program Support
Business Empowerment Initiative