Key insights and market outlook
Polytron, produsen elektronik Indonesia, mengalami penurunan penjualan motor listrik sebesar 30% pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, terutama karena ketidakpastian insentif pemerintah. Namun, perusahaan mencatat perbaikan penjualan pada paruh kedua setelah menerapkan diskon setara subsidi pemerintah. Polytron tetap optimis akan pemulihan penuh pada tahun 2026 seiring perbaikan kondisi pasar.
Polytron, produsen elektronik terkemuka di Indonesia, melaporkan penurunan penjualan motor listrik sebesar 30% pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Tekno Wibowo, Direktur Komersial Polytron, penurunan ini terutama disebabkan oleh ketidakjelasan subsidi pemerintah untuk kendaraan listrik selama kuartal pertama 2025. Tidak adanya insentif ini menyebabkan penurunan penjualan yang signifikan, terutama pada awal tahun.
Dalam merespons kondisi pasar yang menantang, Polytron mengambil langkah proaktif dengan menawarkan diskon setara subsidi pemerintah. Keputusan strategis ini membantu meningkatkan penjualan pada paruh kedua tahun ini, sehingga terjadi pemulihan yang nyata. Dengan menutup kesenjangan yang tercipta akibat kurangnya dukungan pemerintah, Polytron mampu menahan penurunan awal.
Meski menghadapi tantangan di 2025, Polytron tetap optimis akan pemulihan penuh pada 2026. Perusahaan ini mengandalkan perbaikan kondisi pasar dan antisipasi kejelasan insentif pemerintah untuk mendorong pertumbuhan penjualan. Dengan pasar kendaraan listrik yang diperkirakan akan semakin berkembang, Polytron berada pada posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang yang muncul.
Electric Motorcycle Sales Decline
Recovery Measures Implemented
Projected Sales Recovery in 2026