Key insights and market outlook
Dalam khotbah Malam Natal di Vatikan pada 24 Desember 2025, Paus Leo menekankan bahwa menolak orang miskin sama dengan menolak Tuhan. Ia menyoroti bahwa kelahiran Yesus di kandang karena ditolak penginapan seharusnya mengingatkan umat Kristen akan kewajiban mereka terhadap orang-orang yang kurang beruntung. Paus telah menjadikan kepedulian terhadap imigran dan kaum miskin sebagai tema sentral kepausannya, memimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia.
Dalam khotbah Malam Natal pada 24 Desember 2025 di Basilika Santo Petrus Vatikan, Paus Leo menyampaikan pesan kuat yang menekankan bahwa menolak membantu orang miskin dan orang asing sama dengan menolak Tuhan sendiri. Paus menggunakan narasi kelahiran Yesus, khususnya fakta bahwa Yesus lahir di kandang karena tidak ada tempat di penginapan, untuk menekankan pentingnya kewajiban Kristen terhadap orang-orang yang kurang beruntung.
Pesan ini sejalan dengan tema inti kepausan Paus Leo, yang terus menekankan kepedulian terhadap imigran dan kaum miskin. Sebagai pemimpin 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, kata-kata Paus Leo membawa bobot yang signifikan, mendorong umat beriman untuk mengenali kehadiran Tuhan dalam setiap orang, terutama mereka yang membutuhkan. Khotbah tersebut disampaikan selama Misa khusus di Basilika Santo Petrus, tempat tradisional perayaan Malam Natal Paus.
Pesan Paus berfungsi sebagai panggilan bagi umat Kristen di seluruh dunia untuk mengevaluasi kembali komitmen mereka terhadap tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap kaum marginal. Dengan mengaitkan pelayanan kepada orang miskin sebagai pelayanan kepada Tuhan, Paus Leo memperkuat prinsip dasar Kristen sambil mengatasi isu sosial kontemporer.