Potential BI Rate Cut Boosts Indonesian Property Sector Outlook
Back
Back
5
Impact
2
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 1
Sources1 verified

Potensi Pemotongan BI Rate Meningkatkan Prospek Sektor Properti Indonesia

Tim Editorial AnalisaHub·1 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Potensi pemotongan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) hingga tahun 2026 dipandang positif bagi emiten properti Indonesia, berpotensi meningkatkan permintaan di segmen menengah hingga premium. Analis merekomendasikan saham seperti PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Pakuwon Jati (PWON), PT Ciputra Development (CTRA), dan PT Summarecon Agung (SMRA). Potensi pemotongan suku bunga sebesar 50-75 bps diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pembeli, terutama di segmen properti kelas menengah.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Sektor Properti Indonesia Mendapatkan Manfaat dari Potensi Pemotongan Suku Bunga BI

Prospek Positif bagi Emiten Properti

Kemungkinan Bank Indonesia (BI) untuk terus memangkas suku bunga acuannya hingga tahun 2026 dipandang sebagai perkembangan positif bagi emiten properti Indonesia. Pelonggaran moneter potensial ini diharapkan dapat mendorong permintaan di segmen properti menengah hingga premium. Analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia dan Samuel Sekuritas Indonesia melihat hal ini sebagai katalis positif yang signifikan bagi sektor ini.

Saham yang Direkomendasikan di Sektor Properti

Beberapa saham properti disorot sebagai penerima manfaat potensial dari pemotongan suku bunga BI. Ini termasuk:

  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  • PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
  • PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
  • PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Wawasan Analis tentang Implikasi Pemotongan Suku Bunga

Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Ekuitas di Kiwoom Sekuritas Indonesia, mencatat bahwa pemotongan lebih lanjut pada BI Rate akan meningkatkan kepercayaan pembeli secara signifikan. Dampaknya diperkirakan akan sangat kuat pada segmen properti kelas menengah, sementara tetap positif bagi segmen kelas atas, meskipun pada tingkat yang lebih rendah.

Harry Su, Direktur Pengelola Riset dan Produksi Digital di Samuel Sekuritas Indonesia, menyoroti bahwa pemotongan suku bunga acuan BI dapat memiliki berbagai implikasi bagi sektor properti. Pengurangan biaya pinjaman kemungkinan akan merangsang permintaan, terutama di segmen yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Reaksi Pasar dan Prospek Masa Depan

Potensi pemotongan suku bunga sebesar 50-75 bps pada tahun 2026 dipandang sebagai katalis positif bagi emiten properti. Dengan penurunan BI Rate, pengembang properti kemungkinan akan melihat peningkatan permintaan, terutama di segmen menengah hingga premium. Perkembangan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan di sektor properti Indonesia, memberikan dorongan bagi emiten dengan eksposur signifikan pada segmen pasar ini.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BSDEPWONCTRASMRAIHSG

Topics Covered

Indonesian Property MarketMonetary Policy AdjustmentsBanking and Financial Sector DevelopmentsProperty Sector Growth

Key Events

1

Potential BI Rate Cut Until 2026

2

Positive Outlook for Indonesian Property Issuers

3

Increased Demand in Middle to Premium Property Segment

Timeline from 1 verified sources