Key insights and market outlook
Isu merger antara GoTo dan Grab menimbulkan kekhawatiran tentang nasib bank digital mereka, khususnya PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), yang sangat bergantung pada ekosistem Grab. 60% nasabah Superbank berasal dari Grab. Merger ini berpotensi berdampak besar pada model bisnis dan strategi akuisisi nasabah Superbank.
Isu merger antara GoTo dan Grab membawa perhatian pada nasib bank digital yang terkait, khususnya PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), yang dikenal sebagai Superbank. Superbank telah beroperasi dalam ekosistem Grab, memanfaatkannya untuk akuisisi nasabah. Menurut Tigor M. Siahaan, Direktur Utama Superbank, 60% nasabah mereka berasal dari ekosistem Grab. Hubungan erat dengan Grab ini menjadi faktor signifikan dalam strategi bisnis Superbank.
Potensi merger antara GoTo dan Grab dapat memiliki implikasi signifikan bagi Superbank. Jika merger terealisasi, dinamika ekosistem Grab mungkin berubah, berpotensi mempengaruhi akuisisi nasabah dan operasional bisnis Superbank secara keseluruhan. Ketergantungan Superbank pada Grab untuk sebagian besar basis nasabahnya membuatnya rentan terhadap perubahan dalam kemitraan mereka.
Terlepas dari potensi tantangan, Superbank tetap optimis dalam mencari peluang dalam ekosistem. Tigor M. Siahaan menekankan bahwa mereka berkomitmen untuk terus menggali potensi ekosistem yang ada. Kemampuan bank untuk beradaptasi dengan perubahan akibat merger akan sangat penting dalam menentukan kesuksesan masa depannya.
Potential Merger Between GoTo and Grab
Impact on Digital Banks