Key insights and market outlook
Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diprediksi meningkatkan permintaan produk unggas, sehingga berpotensi menguntungkan emiten unggas yang terdaftar. Konsumsi meningkat selama Nataru diperkirakan akan mendorong permintaan daging ayam dan telur. Analis Edvisor Provina Visindo menyarankan agar emiten unggas menjaga kontrol biaya, terutama untuk komoditas pakan seperti jagung, untuk mempertahankan margin keuntungan. Saham unggas diprediksi akan mengalami momentum positif karena average selling price (ASP) mungkin akan meningkat selama periode tersebut.
Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diprediksi akan meningkatkan signifikan permintaan produk unggas, termasuk daging ayam dan telur. Peningkatan konsumsi musiman ini diperkirakan akan menjadi katalis positif bagi emiten unggas yang terdaftar di Indonesia.
Analis investasi Edvisor Provina Visindo Indy Naila menyatakan bahwa momentum Nataru dapat menjadi pendorong sentimen positif bagi emiten unggas. Konsumsi ayam nasional diproyeksikan terus meningkat dalam jangka menengah, berpotensi mendorong harga jual rata-rata (ASP) produk unggas lebih tinggi. Namun, untuk memanfaatkan peluang ini, perusahaan harus menjaga kontrol biaya yang efektif, terutama terkait harga komoditas pakan seperti jagung, untuk melindungi margin keuntungan mereka dalam jangka pendek dan menengah.
Untuk memaksimalkan manfaat dari lonjakan permintaan, perusahaan unggas harus fokus pada pengelolaan biaya produksi. Stabilitas harga komoditas pakan akan sangat penting dalam menjaga margin bisnis yang sehat selama periode ini. Perusahaan yang berhasil menyeimbangkan peningkatan permintaan dengan biaya terkendali kemungkinan akan mengalami peningkatan kinerja keuangan.
Sentimen positif seputar periode Nataru diperkirakan akan memberikan dorongan sementara bagi saham unggas. Investor harus mencari perusahaan dengan fundamental kuat dan strategi manajemen biaya yang efektif. Sektor unggas secara keseluruhan kemungkinan akan mengalami momentum positif, didorong oleh peningkatan permintaan dan potensi perbaikan harga jual rata-rata.
Nataru Demand Increase
Poultry Sector Boost