Key insights and market outlook
Presiden Prabowo Subianto mengkritik keras BUMN yang tetap meminta tantiem meskipun mengalami kerugian. Ia menyebut praktik ini 'ndableg' dan 'tidak tahu malu'. Prabowo memerintahkan Danantara yang dipimpin Rosan P Roeslani untuk membersihkan pengelolaan BUMN dan menghapus pembayaran bonus bagi perusahaan yang merugi 1
Presiden Prabowo Subianto melancarkan kritik keras terhadap BUMN yang tetap meminta tantiem meskipun beroperasi dengan kerugian. Dalam acara peresmian RDMP Balikpapan yang disiarkan virtual, Prabowo menyebut praktik ini 'ndableg' (keras kepala) dan 'tidak tahu malu', menekankan perlunya reformasi segera 1
Prabowo memberikan arahan jelas kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yang dipimpin oleh Rosan P Roeslani, untuk membersihkan secara komprehensif pengelolaan BUMN. Tugas ini mencakup penghapusan pembayaran bonus bagi perusahaan yang beroperasi dengan kerugian. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengatasi berbagai masalah yang menghantui sektor BUMN Indonesia 2
Presiden menyatakan bahwa direksi atau komisaris BUMN yang tidak setuju dengan penghapusan bonus sebaiknya mengundurkan diri secara sukarela. Prabowo mengungkapkan keyakinannya bahwa ada banyak individu kompeten yang siap mengambil alih posisi mereka, menyiratkan bahwa eksekutif saat ini yang menentang reformasi tidaklah sangat dibutuhkan oleh organisasi mereka 1
Keputusan Prabowo didorong oleh banyaknya BUMN yang beroperasi dengan kerugian namun tetap membagikan bonus. Ia melihat praktik ini tidak hanya tidak berkelanjutan secara finansial tapi juga dipertanyakan secara moral. Sikap tegas Presiden ini mencerminkan komitmen yang lebih luas untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas BUMN di Indonesia.
SOE Bonus Policy Reform
Danantara Cleanup Directive