Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia telah mengajukan tiga calon untuk menggantikan Juda Agung sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Salah satu nominee adalah Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Keuangan saat ini. Para calon akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI sebelum mendapatkan persetujuan final.
Pemerintah Indonesia telah secara resmi mengajukan tiga nama untuk menggantikan Juda Agung sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, para calon diusulkan melalui Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI pada 19 Januari 2025.
Salah satu nama terkemuka di antara tiga calon adalah Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Menariknya, Thomas adalah keponakan Presiden Prabowo Subianto, menambah dimensi politik pada pencalonan. Prasetyo Hadi mengkonfirmasi bahwa Thomas termasuk di antara nama-nama yang diusulkan, menyatakan, "Ada beberapa nama yang dikirimkan, dan memang salah satunya adalah Wakil Menteri Keuangan, Pak Tommy Djiwandono."
Para calon yang diusulkan akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan yang ketat di DPR RI. Proses review parlementer ini merupakan langkah penting dalam proses penunjukan, memastikan bahwa calon terpilih memiliki kualifikasi dan integritas yang diperlukan untuk posisi tersebut.
Penunjukan Deputi Gubernur baru sangat penting karena dapat mempengaruhi arah kebijakan moneter Bank Indonesia. Deputi Gubernur baru akan bekerja sama dengan Gubernur Perry Warjiyo dalam membentuk kebijakan moneter negara dan menjaga stabilitas keuangan.
Pada saat penulisan, Bank Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pengunduran diri Juda Agung atau pencalonan baru. Komunitas keuangan akan memantau dengan cermat proses seleksi yang sedang berlangsung, terutama mengingat koneksi politik salah satu calon terkemuka.
BI Deputy Governor Replacement
Government Nomination for BI Position