Key insights and market outlook
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan tentang bahaya ketergantungan Indonesia pada impor pangan di tengah meningkatnya konflik global, terutama menyoroti risiko yang terkait dengan impor beras dari negara-negara yang mengalami ketegangan geopolitik seperti Thailand dan Kamboja 1
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya ketahanan pangan, terutama produksi beras, di tengah meningkatnya konflik global. Presiden menyoroti bahwa ketergantungan historis Indonesia pada impor beras dari negara-negara seperti Thailand, Kamboja, dan Vietnam menjadi semakin berisiko seiring meningkatnya ketegangan geopolitik 1
Prabowo secara khusus menunjuk pada ketegangan antara Thailand dan Kamboja, mencatat bahwa konflik berkepanjangan dapat sangat mengganggu rantai pasokan dan berdampak pada ketahanan pangan Indonesia. "Bayangkan jika kita tidak swasembada beras di tengah konflik global dan perang di mana-mana," kata Prabowo dalam retret di Hambalang 2
Presiden menekankan bahwa mencapai swasembada beras sangat penting bagi stabilitas nasional. Dengan mengurangi ketergantungan pada impor dari wilayah yang berpotensi tidak stabil, Indonesia dapat lebih baik menjaga pasokan pangannya. Pendekatan ini sejalan dengan upaya yang lebih luas untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi risiko yang terkait dengan ketidakpastian geopolitik global.
Pernyataan Prabowo menggarisbawahi perlunya Indonesia untuk menilai kembali strategi impor pangannya dan fokus pada penguatan kemampuan pertanian domestik. Dengan memprioritaskan produksi lokal, negara dapat meningkatkan ketahanannya terhadap fluktuasi pasar global dan konflik geopolitik.
Prabowo's Statement on Food Security
Warning on Rice Import Dependency