Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia mengalokasikan Rp 2.567 triliun untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Para ahli memperingatkan bahwa besarnya anggaran tidak menjamin dampak ekonomi. Efektivitas penyerapan anggaran tergantung pada implementasi optimal dan desain program. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun memiliki anggaran besar, diperkirakan hanya berkontribusi 0,06% terhadap PDB karena bersumber dari realokasi anggaran pendidikan.
Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan alokasi anggaran yang signifikan sebesar Rp 2.567 triliun untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Namun, para ahli ekonomi memperingatkan bahwa besarnya alokasi anggaran ini tidak secara otomatis diterjemahkan menjadi dampak ekonomi yang signifikan.
Nailul Huda, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), menekankan bahwa efektivitas penyerapan anggaran sangat krusial. Ia menyatakan bahwa 'kunci dari penyerapan anggaran adalah efektivitas anggaran. Anggaran bisa efektif apabila diimplementasikan dengan optimal.' Perspektif ini menyoroti pentingnya desain program yang tepat dan eksekusi yang efektif dalam mencapai hasil ekonomi yang diinginkan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi contoh yang relevan. Meskipun menerima alokasi yang signifikan, dampaknya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan sangat minimal yaitu 0,06%. Dampak terbatas ini disebabkan oleh program ini dibiayai melalui realokasi dana pendidikan yang ada. Contoh ini menggambarkan bagaimana realokasi anggaran dapat mempengaruhi stimulus ekonomi keseluruhan yang dihasilkan oleh program tersebut.
Tantangan bagi pemerintah terletak pada memastikan bahwa alokasi anggaran besar ini disalurkan ke program-program yang dapat secara efektif merangsang pertumbuhan ekonomi. Fokus harus diberikan pada penciptaan program dengan hasil yang jelas dan terukur yang dapat berdampak positif pada berbagai sektor ekonomi.
Meskipun alokasi Rp 2.567 triliun mewakili komitmen signifikan terhadap program prioritas Prabowo, dampak ekonomi sebenarnya akan tergantung pada efektivitas program-program ini dan implementasinya. Pemerintah harus memprioritaskan perencanaan yang cermat dan eksekusi yang tepat untuk memaksimalkan manfaat dari alokasi anggaran yang besar ini.
2026 State Budget Announcement
Prabowo's Priority Programs Funding