Key insights and market outlook
Prudential Indonesia melaporkan bahwa hingga Kuartal III 2025, 98% dari pendapatan preminya berasal dari asuransi individu, sebesar Rp14,9 triliun dari total Rp15,2 triliun. Perusahaan mencatat adanya pergeseran permintaan nasabah ke produk tradisional karena kesederhanaan dan keterjangkauan harga. Sementara itu, asuransi kumpulan tumbuh 116% menjadi Rp317 miliar, didorong meningkatnya permintaan perusahaan untuk proteksi kesehatan karyawan.
Prudential Indonesia melaporkan bahwa asuransi individu masih mendominasi pendapatan preminya, menyumbang 98% dari total premi dalam sembilan bulan pertama tahun 2025. Perusahaan mencatat total pendapatan premi sebesar Rp15,2 triliun, dengan Rp14,9 triliun di antaranya berasal dari asuransi individu. Menurut Vikas Sinha, Vice President Director Prudential Indonesia, telah terjadi pergeseran permintaan nasabah ke produk asuransi tradisional.
Pergeseran ke produk tradisional disebabkan oleh kesederhanaan dan keterjangkauan harganya. Vikas menjelaskan bahwa nasabah, terutama yang baru menggunakan asuransi, lebih memilih produk yang mudah dipahami. Prudential meyakini bahwa inovasi produk dengan desain sederhana dan premi terjangkau sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kepuasan nasabah.
Meski fokus pada asuransi individu, segmen asuransi kumpulan Prudential Indonesia menunjukkan kinerja baik dengan pertumbuhan premi sebesar 116% menjadi Rp317 miliar dalam sembilan bulan pertama 2025. Vikas mencatat bahwa perusahaan semakin menyadari pentingnya asuransi kesehatan sebagai bagian dari benefit karyawan, dengan beberapa bahkan memperluas cakupan ke keluarga karyawan.
Pengamat asuransi Dedy Kristianto memprediksi prospek positif untuk asuransi kumpulan dalam 2-3 tahun ke depan. Ia mengidentifikasi beberapa faktor pendukung: meningkatnya kesadaran perusahaan akan benefit karyawan, kewajiban regulasi, pergeseran pola penyakit, dan kemajuan transformasi digital. Namun, ia juga mewaspadai tantangan seperti tekanan biaya dari klien dan dinamika ketenagakerjaan.
Untuk menghadapi tantangan ini, perusahaan asuransi perlu fokus pada inovasi produk, integrasi digital, dan manajemen risiko yang kuat. Dengan menangani area-area ini, perusahaan asuransi dapat mempertahankan daya saing dan memanfaatkan peluang pertumbuhan di segmen asuransi individu dan kumpulan.
Premium Income Growth
Shift to Traditional Insurance Products
Group Insurance Expansion