Key insights and market outlook
PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada dan Asmakara untuk menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pertanian kedelai. Program ini mendukung 73 petani dari tiga kelompok tani, yang menghasilkan peningkatan produksi kedelai sebesar 43% dari 9 ton menjadi 21 ton. KBI juga melakukan reforestasi melalui penanaman kopi, dengan 500 pohon kopi ditanam di Garut, Jawa Barat.
PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) telah berhasil menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pertanian kedelai berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Asmakara. Program ini mendukung 73 petani dari tiga kelompok tani Moyang yang mengelola total 10 hektar lahan. Menurut Saidu Solihin, Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional PT KBI, produksi kedelai meningkat 43% dari 9 ton menjadi 21 ton setelah implementasi program ini.
Program TJSL ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi tetapi juga memastikan praktik berkelanjutan. Kedelai yang dipanen diintegrasikan ke dalam sistem resi gudang, memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi petani. KBI juga memperluas inisiatif lingkungan melalui reforestasi penanaman kopi. Perusahaan telah menanam 500 pohon kopi di Garut, Jawa Barat, seluas 2.800 meter persegi, dengan rencana penanaman 600 bibit kopi tambahan di tahap kedua.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen KBI terhadap pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Dengan meningkatkan produksi kedelai dan menjalankan program reforestasi, KBI menciptakan dampak positif baik dalam produktivitas pertanian maupun konservasi lingkungan.
CSR Program Implementation
Agricultural Production Increase