Public Rejects DPRD Pilkada: Latest Survey Shows Strong Opposition
Back
Back
4
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedJan 7
Sources2 verified

Publik Menolak Pilkada lewat DPRD: Survei Terbaru Menunjukkan Penolakan Kuat

Tim Editorial AnalisaHub·7 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Sebuah survei terbaru oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada Oktober 2025 menunjukkan bahwa 66,1% responden menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) 2

. Penolakan publik yang kuat ini muncul sementara pejabat pemerintah, termasuk Menteri Koordinator Yusril Ihza Mahendra, mengakui wacana pemilihan daerah tidak langsung yang berkembang 1. Hasil survei ini menunjukkan perlawanan publik yang signifikan terhadap perubahan sistem pemilihan langsung saat ini.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Penolakan Publik terhadap Pilkada DPRD Meningkat seiring Intensifnya Wacana

Survei Menunjukkan Penolakan Kuat terhadap Pemilihan Daerah Tidak Langsung

Sebuah survei komprehensif yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada Oktober 2025 menunjukkan bahwa mayoritas signifikan orang Indonesia, 66,1% responden, menolak proposal untuk memilih kepala daerah melalui DPRD 2

. Temuan ini menyoroti resistensi publik yang kuat terhadap perubahan sistem pemilihan langsung saat ini untuk kepala daerah. Peneliti senior Ardian Sopa mengkarakterisasikan mayoritas ini bukan hanya sebagai angka yang besar, tetapi juga sistemik, menunjukkan preferensi publik yang mendalam terhadap pemilihan langsung 2.

Pemerintah Mengakui Meningkatnya Wacana

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, telah mengakui bahwa wacana tentang pemilihan daerah tidak langsung semakin berkembang 1

. Sementara Yusril mengakui bahwa ide ini saat ini sedang dibahas, dia menekankan bahwa dia tidak mengetahui detail proposal tersebut. Pengakuan oleh pejabat senior pemerintah ini menunjukkan bahwa wacana telah mencapai tingkat yang signifikan di kalangan pemerintah.

Implikasi dari Temuan Survei

Hasil survei LSI Denny JA menunjukkan preferensi publik yang jelas untuk mempertahankan sistem pemilihan langsung saat ini untuk kepala daerah. Dengan 28,6% mendukung perubahan versus 66,1% menentangnya, data menunjukkan bahwa setiap pergeseran ke pemilihan tidak langsung melalui DPRD akan menghadapi resistensi publik yang signifikan 2

. Penolakan ini melampaui angka semata, mewakili penolakan sistemik terhadap perubahan proses elektoral yang telah mapan.

Konteks Politik dan Prospek Masa Depan

Debat berkelanjutan seputar metode Pilkada terjadi pada saat Indonesia sedang memeriksa proses demokratisnya dengan cermat. Sikap publik yang kuat terhadap perubahan metode pemilihan kepala daerah menunjukkan bahwa setiap potensi perubahan akan memerlukan dialog publik yang substansial dan pembangunan konsensus. Sementara wacana terus berkembang, pemerintah perlu mempertimbangkan dengan hati-hati preferensi publik yang kuat untuk pemilihan langsung sambil menimbang setiap perubahan yang diusulkan pada sistem elektoral.

Sumber

  1. [Kontan - Yusril Akui Wacana Pilkada Lewat DPRD Mulai Berkembang](
  2. [Kontan - Hasil Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Menolak Pilkada Lewat DPRD](
Original Sources

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
14 min
Sources
2 verified

Topics Covered

PilkadaDPRDPemilihan Kepala Daerah

Key Events

Timeline from 2 verified sources