Key insights and market outlook
Putera Sampoerna telah menjual saham mayoritas 66% di PT Sampoerna Agro Tbk, bisnis kelapa sawitnya, kepada PT AGPA Pte Ltd, anak perusahaan POSCO International Corporation Korea Selatan, senilai $885 juta. Penjualan ini memungkinkan Sampoerna Strategic Group untuk fokus pada bisnis yang ada termasuk perbankan, kayu lapis, dan properti, sambil mencari peluang baru. POSCO berencana memperluas kehadirannya di sektor biofuel yang menyumbang sekitar 60% produksi minyak sawit global.
Putera Sampoerna, melalui Sampoerna Strategic Group, telah melakukan divestasi bisnis kelapa sawitnya dengan menjual saham mayoritas 66% di PT Sampoerna Agro Tbk kepada PT AGPA Pte Ltd, anak perusahaan POSCO International Corporation. Transaksi ini, senilai $885 juta (sekitar Rp 14,69 triliun), menandai keluarnya Sampoerna dari industri sawit.
Divestasi ini memungkinkan Sampoerna Strategic Group untuk fokus pada bisnis yang ada, yang meliputi perbankan, produksi kayu lapis, dan pengembangan properti. Grup ini juga terbuka untuk mencari peluang bisnis baru. Langkah strategis ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mengoptimalkan portofolio dan alokasi sumber daya.
POSCO International Corporation, entitas yang mengakuisisi, adalah perusahaan Korea Selatan yang telah memiliki operasi di Indonesia, termasuk bisnis baja dan energi. Akuisisi Sampoerna Agro merupakan bagian dari strategi POSCO untuk memperluas kehadirannya di sektor biofuel, yang saat ini menyumbang sekitar 60% produksi minyak sawit global. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi POSCO di pasar energi terbarukan.
Penjualan saham mayoritas Sampoerna Agro merupakan transaksi keuangan yang signifikan dalam lanskap korporat Indonesia. Kesepakatan ini tidak hanya mencerminkan penataan kembali strategi Sampoerna Strategic Group, tetapi juga menggarisbawahi minat perusahaan internasional seperti POSCO terhadap industri sawit Indonesia, khususnya di segmen biofuel.
Sampoerna Agro Divestment
POSCO Acquisition
Palm Oil Business Exit