Key insights and market outlook
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) melaporkan penurunan marketing sales sebesar 20% menjadi Rp903 miliar per September 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh kondisi makroekonomi, perilaku konsumen yang berhati-hati, dan peluncuran proyek strategis. PWON menerapkan strategi untuk meningkatkan penjualan, termasuk penentuan harga yang selektif dan percepatan proses perizinan proyek.
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), pemain utama di sektor properti Indonesia, mengalami penurunan marketing sales sebesar 20% menjadi Rp903 miliar per September 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Menurut Ivy Wong, Direktur Business Development PWON, penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor termasuk kondisi makroekonomi dan kehati-hatian konsumen selama semester pertama tahun ini.
Secara internal, perusahaan telah menerapkan strategi seperti penentuan harga yang selektif untuk proyek baru dan penyesuaian pipeline proyek sesuai dengan permintaan pasar. Secara eksternal, faktor-faktor seperti suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kebijakan pemerintah, termasuk perpanjangan PPN DTP hingga 2027, telah mempengaruhi kinerja penjualan. Kebijakan pemerintah ini menjadi katalis positif bagi sektor properti.
Untuk mengatasi penurunan, PWON fokus pada percepatan proses perizinan proyek dan kesiapan untuk memenuhi permintaan pasar. Perusahaan juga menjaga pendekatan yang hati-hati terhadap peluncuran proyek baru, memastikan bahwa proyek-proyek tersebut sejalan dengan kebutuhan konsumen dan kondisi pasar. Penyesuaian strategis ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan penjualan dan menavigasi tantangan ekonomi saat ini.
Marketing Sales Decline
Strategic Project Launches
Government Policy Impact on Property