Key insights and market outlook
Data transaksi QRIS berpotensi menjadi alat penilaian kredit, terutama bagi UMKM. BI dan bank-bank besar seperti CIMB Niaga (BNGA) sedang menjajaki kemungkinan ini. Pendekatan ini menggunakan AI untuk menganalisis jejak digital dari pembayaran QRIS untuk menilai kelayakan kredit. Para ahli menekankan pentingnya tata kelola data yang jelas, kerangka penilaian risiko yang luas, dan program literasi keuangan agar implementasi ini efektif dan adil.
Bank Indonesia (BI) sedang mengembangkan pendekatan inovatif dalam penilaian kredit dengan memanfaatkan data transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Inisiatif ini bertujuan meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sering tidak memiliki riwayat kredit tradisional 1
CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mendukung penggunaan data QRIS untuk penilaian kredit, menyatakan bahwa data pembayaran digital dapat memberikan wawasan berharga tentang kesehatan keuangan bisnis. "QRIS adalah salah satu metode pembayaran digital di Indonesia, sehingga data pembayaran melalui layanan ini dapat digunakan sebagai dasar alternatif penilaian kredit," jelas Lani 1
Ekonom Josua Pardede dari Bank Permata (BNLI) menguraikan lima prasyarat penting untuk pemanfaatan data QRIS yang efektif dalam penilaian kredit 2
Deputi Gubernur BI Juda Agung menjelaskan bahwa AI dapat mengolah data transaksi QRIS untuk menciptakan skor kredit alternatif. Jejak digital ini mencakup data pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan pelanggan, yang dapat diubah menjadi informasi keuangan berharga bagi pemberi pinjaman 1
Meskipun inovasi ini menjanjikan perluasan akses kredit, para ahli memperingatkan potensi risiko jika tidak diimplementasikan dengan hati-hati. "Kita membutuhkan pergeseran paradigma dari teknologi canggih ke solusi yang tepat guna dan inklusif bagi semua pengguna," tegas Juda. Pendekatan implementasi bertahap sangat penting untuk memitigasi risiko sambil memaksimalkan manfaat.
QRIS Credit Scoring Implementation
MSME Financial Inclusion Initiative