Key insights and market outlook
Ratu Máxima, Penasihat Khusus UNSGSA, menekankan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang bagi generasi muda Indonesia, termasuk dana pensiun dan asuransi. Ia menyoroti perlunya mekanisme otomatis untuk mendorong kebiasaan menabung dan menilai Indonesia memiliki potensi kuat meningkatkan kesiapan finansial melalui literasi yang lebih baik, produk keuangan yang sesuai, dan kebijakan pendukung.
Ratu Máxima, Penasihat Khusus UNSGSA untuk Kesehatan Finansial, menekankan bahwa generasi muda Indonesia perlu mempersiapkan masa depan finansial mereka melalui perencanaan jangka panjang, termasuk dana pensiun dan asuransi. Dalam acara National Financial Health di Jakarta, ia menyoroti bahwa perencanaan jangka panjang sangat penting namun menjadi tantangan terbesar, terutama bagi generasi muda.
Ratu Máxima menunjukkan bahwa mekanisme otomatis atau default diperlukan untuk mendorong kebiasaan menabung dan membangun perlindungan finansial. Ia mencontohkan program 'Pension 3 Days' di Belanda, di mana perusahaan wajib berdiskusi dengan pekerja tentang perencanaan pensiun selama tiga hari setiap tahun. Program ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan partisipasi pekerja dalam menyiapkan masa tua.
Saat kunjungannya ke Solo, Ratu Máxima menemui fenomena 'generasi sandwich' - anak muda yang harus menanggung kebutuhan orang tua dan anak. Ia mencatat bahwa kondisi ini semakin umum dan meningkatkan urgensi perencanaan keuangan jangka panjang. Namun, ia juga menekankan bahwa persiapan pensiun atau asuransi tidak dapat dipisahkan dari fondasi keuangan yang lebih dasar, seperti ketersediaan dana darurat.
Ratu Máxima menilai Indonesia memiliki potensi kuat untuk meningkatkan kesiapan finansial generasi mudanya. Hal ini dapat dicapai melalui integrasi literasi keuangan, produk keuangan yang sesuai, dan kebijakan yang mendorong perilaku menabung secara berkesinambungan. Data UNSGSA menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang Indonesia menabung lebih sedikit atau tidak sama sekali akibat tekanan biaya hidup yang meningkat. Selain itu, hampir 99% rekening simpanan bank memiliki saldo di bawah Rp100 juta, menunjukkan keterbatasan ruang menabung.
Data juga menunjukkan statistik yang memprihatinkan tentang persiapan pensiun di Indonesia. Empat dari sepuluh orang mengandalkan tabungan biasa untuk pensiun, sementara dua dari sepuluh menggunakan deposito sebagai instrumen utama. Pada 2050, lebih dari 20% penduduk Indonesia akan berusia di atas 60 tahun. Namun, hanya 1 dari 10 orang yang menabung secara formal untuk pensiun, dan 30% tidak tahu berapa kebutuhan dana pensiun mereka. Hanya 16% pekerja yang terdaftar dalam program Jaminan Hari Tua (JHT) wajib, membuat mayoritas pekerja tanpa perlindungan pensiun memadai.
National Financial Health Event
Financial Literacy Promotion