Key insights and market outlook
Pemerintah Indonesia kembali menggaungkan rencana redenominasi rupiah, yang berpotensi berdampak signifikan pada Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI saat ini sedang menguji dampak terhadap proses perdagangan, operasi bisnis, dan sistem back-office. Perubahan ini akan mempengaruhi harga saham dan sekuritas lainnya, berpotensi mengubahnya menjadi fraksi desimal.
Rencana pemerintah Indonesia untuk melakukan redenominasi rupiah diprediksi akan menambah beban kerja bagi Bursa Efek Indonesia (BEI). Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, mengungkapkan bahwa bursa saat ini sedang melakukan kajian komprehensif tentang potensi dampak redenominasi rupiah. Penilaian ini mencakup berbagai aspek termasuk proses perdagangan, operasi bisnis, dan sistem back-office.
Redenominasi tidak hanya akan mempengaruhi harga saham dan sekuritas lainnya dengan berpotensi mengubahnya menjadi fraksi desimal, tetapi juga akan berdampak pada seluruh proses bisnis bursa. Ini termasuk penyesuaian mekanisme perdagangan, proses penyelesaian transaksi, dan aspek operasional lainnya. Hendrik menekankan bahwa perubahan ini akan bersifat komprehensif, mempengaruhi semua aspek operasional bursa, mulai dari perdagangan hingga fungsi back-office anggota bursa.
Meskipun pemerintah belum memberikan timeline spesifik untuk implementasi redenominasi, BEI secara proaktif sedang mempersiapkan diri untuk perubahan potensial. Kajian yang dilakukan bursa akan sangat krusial dalam menentukan kesiapan infrastruktur pasar dan dalam merencanakan penyesuaian yang diperlukan terhadap kerangka regulasi dan praktik bisnis.
Rupiah Redenomination Plan
BEI Operational Assessment