Key insights and market outlook
Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 melambat menjelang akhir tahun, dengan belanja baru mencapai 70,81% sementara pendapatan daerah sudah mencapai 82,93% pada pertengahan Desember 2025. Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo, menilai hal ini disebabkan oleh pengelolaan fiskal daerah yang belum efektif bukan karena keterbatasan dana. Transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah (TKD) telah terealisasi sebesar 91,5% dari total alokasi hingga 30 November 2025, menunjukkan ketersediaan dana yang memadai.
Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Indonesia menghadapi tantangan signifikan menjelang akhir tahun 2025. Hingga pertengahan Desember 2025, belanja daerah baru mencapai 70,81% dari total alokasi, sementara pendapatan daerah telah mencapai 82,93% pada periode yang sama. Perbedaan ini menyoroti masalah efektivitas pengelolaan fiskal daerah.
Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), memberikan wawasan berharga tentang masalah ini. Menurut Banjaran, lambatnya realisasi belanja daerah terutama disebabkan oleh pengelolaan fiskal daerah yang belum efektif bukan karena kurangnya dana. Penilaian ini didukung oleh data APBN Kita Edisi Desember 2025 yang menunjukkan bahwa transfer pemerintah pusat ke daerah (TKD) telah terealisasi sebesar 91,5% dari total alokasi hingga 30 November 2025.
Tingkat realisasi TKD yang tinggi menunjukkan bahwa masalah tidak terletak pada ketersediaan dana, melainkan pada kemampuan pemerintah daerah untuk melaksanakan anggaran secara efektif. Banjaran menekankan bahwa perbedaan signifikan antara penerimaan dan realisasi belanja menunjukkan masalah mendasar dalam pengelolaan anggaran di tingkat daerah.
Lambatnya pencairan dana APBD dapat memiliki implikasi signifikan bagi proyek pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Menjelang akhir tahun, terdapat kekhawatiran bahwa penundaan belanja dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek infrastruktur dan layanan publik yang krusial, berpotensi berdampak pada kualitas hidup masyarakat dan lanskap ekonomi yang lebih luas.
Slow APBD Spending in 2025
Regional Fiscal Management Issues