Key insights and market outlook
Meski diwarnai volatilitas, prospek reksadana pada 2026 dinilai masih menjanjikan, dengan reksadana saham menunjukkan kinerja paling menonjol di 2025, dengan return 20,62% secara year to date. Ini menunjukkan outlook positif untuk investasi di pasar Indonesia, didorong oleh pertumbuhan ekonomi domestik dan kinerja IDX.
Reksadana, atau dana investasi, adalah produk investasi yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan dana mereka untuk berinvestasi di berbagai aset, seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Di Indonesia, reksadana dikategorikan menjadi beberapa jenis, termasuk reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana pasar uang.
Berdasarkan data Infovesta per 15 Desember 2025, reksadana saham memberikan return tertinggi di antara semua jenis reksadana, dengan return 20,62% secara year to date. Meskipun return ini signifikan, tetap di bawah kenaikan 22,17% IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) selama periode yang sama. Diikuti oleh reksadana campuran, dengan return 14,60% secara year to date, kemudian reksadana pendapatan tetap dengan return 6,87%, dan terakhir reksadana pasar uang dengan return terendah di 4,43%.
Meski diwarnai volatilitas, prospek reksadana pada 2026 dinilai masih menjanjikan. Pertumbuhan ekonomi domestik, dipasangkan dengan kinerja IDX, diperkirakan akan mendukung outlook positif untuk reksadana. Namun, investor harus tetap waspada dan mempertimbangkan potensi risiko yang terkait dengan volatilitas pasar.
Dalam kesimpulan, meskipun 2025 menunjukkan kinerja yang beragam di seluruh jenis reksadana, prospek untuk 2026 tetap positif. Investor yang ingin diversifikasi portofolio dan memanfaatkan potensi pertumbuhan pasar Indonesia mungkin menemukan reksadana sebagai pilihan yang menarik. Namun, penting bagi investor untuk melakukan penelitian yang menyeluruh dan mempertimbangkan toleransi risiko sebelum membuat keputusan investasi.
Reksadana Saham Return
IDX Performance
Market Volatility