Key insights and market outlook
Emiten energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia siap untuk pertumbuhan kinerja positif di 2026, didorong oleh inisiatif pemerintah untuk menjembatani kesenjangan antara bauran EBT saat ini 16% dan target 17-21% pada 2026. Analis melihat prospek sektor ini sebagai fundamental konstruktif karena faktor pendorong kebijakan termasuk proyek EBT yang dipercepat dan skema pengadaan energi hijau oleh PT PLN.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk adopsi energi baru terbarukan (EBT), dengan target bauran EBT nasional sebesar 17-21% pada 2026, sebagaimana diuraikan dalam Rencana Strategis Kementerian ESDM 2025-2029. Saat ini, bauran EBT nasional masih sekitar 16%, menunjukkan kemajuan namun masih ada kesenjangan yang perlu diatasi.
Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas, seperti Arinda Izzaty, menyatakan bahwa emiten EBT memiliki prospek fundamental yang konstruktif. Kesenjangan antara bauran EBT saat ini dan target pemerintah menciptakan momentum kebijakan yang signifikan. Hal ini diwujudkan melalui beberapa faktor pendorong utama:
Kombinasi dukungan pemerintah dan momentum kebijakan diperkirakan akan menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi emiten EBT untuk mencapai pertumbuhan positif di 2026. Dorongan regulasi ini kemungkinan akan menguntungkan emiten yang beroperasi di sektor ini dengan menciptakan peluang baru dan berpotensi meningkatkan kinerja keuangan mereka.
Renewable Energy Target Announcement
Government Policy Support for EBT