Key insights and market outlook
Penulis keuangan Robert Kiyosaki memperingatkan bahwa ekonomi AS sedang memasuki siklus berbahaya akibat pemotongan suku bunga terbaru yang justru menguntungkan pemilik aset namun merugikan pekerja biasa. Kiyosaki menyoroti peningkatan utang konsumen dan pelonggaran moneter sebagai tanda tekanan inflasi yang membangun. Ia mengungkapkan kekhawatiran ini dalam diskusi di kanal YouTube Rich Dad.
Penulis keuangan terkenal dan pengarang 'Rich Dad Poor Dad', Robert Kiyosaki, telah mengeluarkan peringatan keras bahwa ekonomi Amerika Serikat sedang menuju siklus yang berbahaya namun familiar. Menurut Kiyosaki, pemotongan suku bunga terbaru, yang dimaksudkan untuk merangsang ekonomi, justru mempercepat dinamika yang menguntungkan pemilik aset dengan mengorbankan pekerja biasa.
Selama diskusi di kanal YouTube Rich Dad pada 17 Desember 2025, Kiyosaki mengungkapkan kekhawatirannya bersama Matthew Seaman. Mereka menyoroti dua faktor utama yang berkontribusi pada kekhawatiran mereka: peningkatan signifikan dalam utang konsumen dan efek dari pelonggaran moneter baru-baru ini. Kiyosaki melihat perkembangan ini sebagai indikator awal tekanan inflasi yang membangun di bawah permukaan lanskap ekonomi saat ini.
Peringatan Kiyosaki datang setelah pemotongan suku bunga terbaru oleh Federal Reserve AS. Sementara langkah-langkah tersebut biasanya diterapkan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, Kiyosaki berpendapat bahwa mereka menciptakan ketidakseimbangan yang dapat memiliki konsekuensi jangka panjang. Penulis tersebut menyatakan bahwa kebijakan ini memperburuk ketimpangan ekonomi dengan menguntungkan mereka yang memiliki aset daripada mereka yang mengandalkan pendapatan dari pekerjaan.
Peringatan dari Kiyosaki menambah suara-suara yang semakin banyak mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi dampak jangka panjang dari kebijakan moneter saat ini. Ketika pengamat ekonomi dan investor mempertimbangkan perspektif Kiyosaki, pasar kemungkinan akan tetap sensitif terhadap perkembangan terkait inflasi, utang konsumen, dan keputusan kebijakan moneter lanjutan.
Interest Rate Cuts
Monetary Easing
Consumer Debt Increase