Key insights and market outlook
Rupiah Indonesia mengakhiri kemenangan tiga harinya pada Selasa, melemah 0,24% menjadi Rp16.694 per USD terhadap dolar AS. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga melemah 0,19% menjadi Rp16.698 per USD. Pergerakan ini terjadi saat pedagang menilai indikator ekonomi global dan kondisi pasar domestik.
Rupiah Indonesia ditutup melemah pada Selasa, mengakhiri kenaikan tiga hari sebelumnya terhadap dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,24% menjadi Rp16.694 per USD di pasar spot, turun dari Rp16.654 per USD pada hari perdagangan sebelumnya. Demikian pula Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang diterbitkan Bank Indonesia melemah 0,19% menjadi Rp16.698 per USD, dibandingkan Rp16.666 per USD pada Senin.
Pelemahan rupiah terjadi saat pelaku pasar terus memantau indikator ekonomi global dan menilai dampak potensialnya terhadap mata uang emerging market. Kekuatan dolar AS secara keseluruhan di pasar valuta asing juga berkontribusi pada penurunan rupiah. Investor sedang menanti rilis data ekonomi mendatang dan kebijakan bank sentral yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang dalam jangka pendek.
Para pedagang akan memantau level support dan resistance penting untuk rupiah dalam sesi perdagangan mendatang. Volatilitas rupiah terkini menyoroti tantangan yang terus dihadapi mata uang emerging market di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sementara pelaku pasar menanti katalis ekonomi baru, arah pergerakan rupiah kemungkinan akan dipengaruhi oleh perkembangan pasar domestik dan internasional.
Rupiah Depreciation
Currency Market Fluctuation