Rupiah Tertekan oleh Faktor Global dan Domestik
Ketegangan Geopolitik Pengaruhi Pasar Valuta
Rupiah melemah terhadap dolar AS pada hari Jumat, menutup 0,23% lebih rendah di Rp16.725 per USD 2. Depresiasi ini sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan signifikan pada indeks dolar AS (DXY), yang didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Venezuela 1. Analis dari Henan Putihrai Asset Management (HPAM) mencatat bahwa konflik geopolitik semacam itu biasanya memperkuat dolar AS karena investor global mencari aset safe-haven.
Ekspektasi Pasar dan Proyeksi Masa Depan
Reza Fahmi dari HPAM menyarankan bahwa jika situasi antara AS dan Venezuela memburuk, DXY berpotensi melonjak ke kisaran 105-107 dalam jangka pendek 1. Proyeksi ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi pasar mengenai kebijakan moneter AS di masa depan dan rilis data ekonomi. Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga mencerminkan tren ini, menurun 0,03% menjadi Rp16.725 per USD 2.
Faktor Fundamental dan Kinerja Valuta
Lukman Leong dari Doo Financial Futures menunjukkan bahwa kelemahan rupiah tidak hanya disebabkan oleh faktor global, tetapi juga tantangan fundamentalnya sendiri 2. Mata uang ini telah berada di bawah tekanan karena kondisi ekonomi internal dan sentimen pasar global eksternal. Oleh karena itu, kinerja rupiah tetap rentan terhadap perkembangan ekonomi domestik dan dinamika pasar internasional.
Sumber
- [Kontan - Ketegangan AS–Venezuela Picu Penguatan Dolar](
- [Kontan - Rupiah Tertekan Fundamental dan Sentimen Global](