Rupiah Under Pressure as Dollar Strengthens, Analysts Predict Continued Weakness
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedJan 12
Sources7 verified

Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS, Analis Prediksi Kelemahan Berlanjut

Tim Editorial AnalisaHub·12 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Rupiah terus melemah hingga sekitar Rp16.850 per USD per 12 Januari 2026, menandai hari ketujuh pelemahan berturut-turut 1

. Melemahnya mata uang ini disebabkan oleh penguatan indeks dolar AS dan permasalahan ekonomi domestik, termasuk menurunnya sentimen konsumen 2. Meskipun posisi eksternal Indonesia kuat dengan cadangan devisa tertinggi, rupiah tetap rentan terhadap volatilitas geopolitik global dan potensi penurunan BI Rate lebih lanjut 3.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Rupiah Menghadapi Tekanan Berlanjut di Tengah Penguatan Dolar

Faktor Ekonomi yang Mendorong Depresiasi

Rupiah terus melemah hingga sekitar Rp16.850 per USD per 12 Januari 2026, menandai hari ketujuh pelemahan berturut-turut, melanjutkan kelemahan sejak akhir April 2025 1

. Faktor utama yang berkontribusi pada depresiasi ini termasuk penguatan indeks dolar dan permasalahan ekonomi domestik.

Kekuatan Indeks Dolar dan Faktor Global

Indeks dolar menunjukkan tren kenaikan signifikan, mencapai sekitar 98,790 per 12 Januari 2026, mewakili kenaikan 0,48% mingguan dan 0,44% bulanan 2

. Analis mengaitkan kekuatan ini dengan rilis data ekonomi AS yang solid dan perkembangan politik tak terduga. Dolar AS yang kuat menjadi hambatan signifikan bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Permasalahan Ekonomi Domestik

Secara domestik, Indonesia menghadapi tantangan yang memperburuk kelemahan rupiah. Sentimen konsumen menurun pada Desember 2025 setelah mencapai tertinggi sembilan bulan pada bulan sebelumnya, menambah kehati-hatian investor 1

. Meskipun demikian, posisi eksternal Indonesia tetap kuat dengan cadangan devisa mencapai level tertinggi sembilan bulan pada Desember 2025, memberikan dukungan pada mata uang 1.

Kebijakan Moneter dan Suku Bunga

Posisi kebijakan moneter Bank Indonesia menjadi faktor penting lainnya. Bank sentral telah melakukan pemotongan suku bunga kumulatif sebesar 150 basis poin antara September 2024 dan September 2025 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sambil menjaga inflasi tetap terkendali 1

. Namun, siklus pelonggaran ini memberikan tekanan tambahan pada rupiah karena investor berspekulasi tentang potensi penurunan suku bunga lebih lanjut.

Outlook dan Prakiraan

Analis memprediksi bahwa rupiah akan terus menghadapi tekanan pada kuartal pertama 2026. Indeks dolar diperkirakan akan tetap kuat, berpotensi mempertahankan tren saat ini 3

. Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research, Pranjul Bhandari, mencatat bahwa depresiasi rupiah lebih dipengaruhi oleh arus modal asing yang lemah daripada kinerja perdagangan 7.

Suku Bunga Bank dan Outlook Mata Uang

Bank-bank besar di Indonesia telah menyesuaikan nilai tukar USD mereka. Per 12 Januari 2026, nilai tukar mereka adalah sebagai berikut 5

:

  • BCA: Rp16.843 (beli) - Rp16.863 (jual)
  • BRI: Rp16.843 (beli) - Rp16.879 (jual)
  • Mandiri: Rp16.820 (beli) - Rp16.850 (jual)
  • BNI: Rp16.841 (beli) - Rp16.871 (jual)

Sumber

  1. [Kontan - Sentimen Konsumen Runtuh](
  2. [Kontan - Penguatan Dolar Indeks](
  3. [Bisnis.com - Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI](
  4. [Kontan - Dolar, Indeks DXY Bergerak Sideways](
  5. [Kontan - Modal Asing Seret, Rupiah Diprediksi Tembus Level Rp17.000](
  6. [Kontan - Rupiah Dibuka Melemah](
  7. [Kontan - Dolar Indeks Cenderung Bullish](
Original Sources

Story Info

Published
5 days ago
Read Time
19 min
Sources
7 verified

Topics Covered

Currency DepreciationDollar StrengthMonetary Policy

Key Events

1

Rupiah Depreciation

2

Dollar Index Strengthening

3

BI Rate Cuts

Timeline from 7 verified sources