Key insights and market outlook
Rupiah melemah 0,11% menjadi Rp16.798 per USD pada Kamis, 8 Januari 2026, di tengah data ekonomi AS yang kuat sehingga menguatkan dolar. Kurs rupiah JISDOR juga terdepresiasi 0,09% menjadi Rp16.801 per USD. Analis mengaitkan penurunan rupiah dengan indikator ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, termasuk lonjakan signifikan pada indeks PMI Jasa ISM.
Rupiah melemah terhadap dolar AS pada Kamis, 8 Januari 2026, ditutup di level Rp16.798 per USD, melemah 0,11% dari penutupan hari sebelumnya di Rp16.780 per USD. Pergerakan ini menandai level terlemah rupiah sejak April 2025. Kurs rupiah JISDOR juga melemah, turun 0,09% menjadi Rp16.801 per USD.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengaitkan pelemahan rupiah dengan rilis beberapa indikator ekonomi AS yang melebihi ekspektasi pasar, menandakan pemulihan aktivitas ekonomi. Khususnya, indeks PMI Jasa ISM menunjukkan kenaikan signifikan, yang berkontribusi pada penguatan dolar AS dan selanjutnya menekan rupiah.
Performa rupiah terkini menyoroti kerentanannya terhadap faktor eksternal, khususnya rilis data ekonomi AS. Investor dan pelaku pasar memantau perkembangan ini dengan saksama karena memiliki implikasi signifikan bagi pergerakan mata uang dan stabilitas pasar keuangan yang lebih luas di Indonesia.
Rupiah Depreciation
US Economic Data Release
Currency Market Movement