Key insights and market outlook
Rupiah ditutup pada level Rp16.707 per USD, melemah 0,10% secara mingguan meskipun menguat 0,13% pada hari Jumat. Kurs Jisdor juga melemah 0,03% mingguan ke Rp16.710 per USD. Analis mengaitkan pelemahan ini dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga BI, sementara sentimen positif di pasar ekuitas memberikan dukungan.
Rupiah Indonesia ditutup pada level Rp16.707 per USD pada hari Jumat, mencatatkan penguatan 0,13% harian namun penurunan 0,10% mingguan dari penutupan minggu sebelumnya di Rp16.690 per USD. Kurs Jisdor yang ditentukan oleh Bank Indonesia juga menunjukkan pergerakan serupa, menguat 0,13% harian namun melemah 0,03% mingguan ke level Rp16.710 per USD.
Lukman Leong, analis mata uang Doo Financial Futures, mencatat bahwa pelemahan mingguan rupiah terutama disebabkan oleh ekspektasi pasar akan potensi pemangkasan suku bunga BI. Antisipasi pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia memberikan tekanan pada mata uang sepanjang minggu. Namun, sentimen positif di pasar ekuitas yang didorong harapan berakhirnya shutdown pemerintah AS memberikan dukungan pada rupiah, sehingga membatasi pelemahannya.
Pergerakan mata uang minggu ini menyoroti interaksi kompleks antara ekspektasi kebijakan moneter domestik dan sentimen risiko global. Sementara prospek penurunan suku bunga di Indonesia menimbulkan tantangan bagi rupiah, peningkatan selera risiko di pasar global telah membantu mengurangi sebagian kerugian. Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia dan perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi global.
Rupiah Weekly Performance
BI Rate Cut Expectations
Global Risk Sentiment Impact