Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS di Tengah Ketidakpastian Global
Pembukaan Pasar dan Tren Mata Uang
Rupiah Indonesia dibuka melemah terhadap dolar AS hari ini, turun 0,12% menjadi Rp16.737 per USD 1. Pergerakan ini dipengaruhi sentimen global karena ketidakpastian seputar potensi pemangkasan suku bunga The Fed AS terus berlanjut, menguatkan dolar 1.
Mata uang Asia lainnya menunjukkan kinerja beragam, dengan dolar Taiwan melemah 0,10% dan won Korea Selatan turun 0,08%, sementara ringgit Malaysia menguat 0,05% terhadap USD 1.
Kurs Bank
Bank-bank besar Indonesia menyesuaikan kurs dolar AS sebagai berikut:
-
BCA (BBCA):
- E-rate: Rp16.715 (beli) / Rp16.735 (jual)
- TT Counter: Rp16.545 (beli) / Rp16.845 (jual)
- Bank Notes: Rp16.545 (beli) / Rp16.845 (jual)
-
BRI (BBRI):
- E-rate: Rp16.714 (beli) / Rp16.738 (jual)
- TT Counter: Rp16.630 (beli) / Rp16.830 (jual)
-
Bank Mandiri (BMRI):
- Special Rate: Rp16.710 (beli) / Rp16.740 (jual)
- TT Counter: Rp16.500 (beli) / Rp16.800 (jual)
- Bank Notes: Rp16.525 (beli) / Rp16.825 (jual)
-
BNI (BBNI):
- Special Rate: Rp16.716 (beli) / Rp16.746 (jual)
- TT Counter: Rp16.580 (beli) / Rp16.880 (jual)
- Bank Notes: Rp16.580 (beli) / Rp16.880 (jual)
Outlook Ekonomi dan Proyeksi
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33% untuk 2026, sedikit di bawah target pemerintah sebesar 5,4% 1. Bank sentral mempertimbangkan dukungan moneter melalui pemangkasan suku bunga dan ekspansi likuiditas untuk mencapai target pertumbuhan. Sementara itu, OECD memproyeksikan pertumbuhan Indonesia sebesar 4,9% untuk 2026, lebih rendah dari ekspektasi pemerintah dan BI.
Sumber
- [Bisnis.com](
- [Detik Finance](