Key insights and market outlook
Rupiah dibuka melemah ke Rp16.700 per USD pada hari Selasa, mengikuti penurunan 0,28%. Pergerakan ini sejalan dengan mata uang Asia lainnya yang juga terdepresiasi terhadap USD. Indeks dolar naik 0,10% ke 99,68, berkontribusi pada tekanan mata uang regional. Kurs dolar AS di bank-bank Indonesia bervariasi: BCA menawarkan Rp16.688-Rp16.708 (e-rate), BRI mengutip Rp16.598-Rp16.730 (e-rate), Mandiri menetapkan Rp16.695-Rp16.715 (special rate), dan BNI menetapkan Rp16.689-Rp16.719 (special rate).
Rupiah Indonesia dibuka melemah ke Rp16.700 per USD pada Selasa, 11 November 2025, mencatatkan penurunan sebesar 0,28%. Depresiasi ini merupakan bagian dari tren regional yang lebih luas karena beberapa mata uang Asia lainnya juga melemah terhadap USD. Indeks dolar naik 0,10% ke 99,68, berkontribusi pada tekanan terhadap mata uang regional.
Bank-bank besar Indonesia menunjukkan berbagai kurs USD:
Analis valuta Ibrahim Assuaibi telah memprediksi penguatan rupiah pada rentang Rp16.600-Rp16.660, dengan alasan ekspektasi pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada Desember 2025 menyusul data pasar kerja AS yang lemah. CME Fedwatch menunjukkan probabilitas 61,9% untuk pemangkasan tersebut.
Meski terjadi fluktuasi mata uang, keyakinan konsumen domestik menunjukkan perbaikan. Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat lonjakan Indeks Keyakinan Konsumen menjadi 121,2 pada Oktober 2025 dari 115,0 di September, menunjukkan optimisme kuat terhadap prospek ekonomi. Baik Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini maupun Indeks Ekspektasi Konsumen menunjukkan peningkatan signifikan, mengindikasikan prospek positif bagi konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi di Kuartal IV/2025.
Rupiah Depreciation
USD Strengthening
Asian Currency Trends