Rupiah Melemah Terhadap USD di Tengah Ekspektasi Kebijakan Moneter
Analisis Pergerakan Mata Uang
Rupiah Indonesia ditutup pada Rp16.750 per USD pada Jumat (19/12/2025), melemah sebesar 0,16% 3. Pergerakan ini membawa rupiah mendekati level penutupan terendah dalam sebulan, yang terjadi pada 18 November 2025. Mata uang ini dibuka sedikit lebih kuat pada Rp16.709 per USD di pagi hari namun menghadapi tekanan jual sepanjang hari 2.
Faktor Pasar dan Konteks Ekonomi
Analis mengaitkan pelemahan rupiah dengan ekspektasi potensi pemangkasan BI rate dan sikap kebijakan pemerintah yang longgar 1. Indeks dolar AS menunjukkan pergerakan campuran sepanjang minggu, melemah di awal minggu namun pulih sedikit pada Jumat. Mayoritas mata uang Asia menghadapi tekanan serupa, dengan ringgit Malaysia menjadi pengecualian sebagai mata uang yang menguat sebesar 0,11% 2.
Kurs Bank-Bank Utama
Bank-bank besar Indonesia menunjukkan berbagai kurs USD pada Jumat:
- Bank Central Asia (BCA/BBCA): Rp16.728 (beli) - Rp16.748 (jual) e-rate
- Bank Rakyat Indonesia (BRI/BBRI): Rp16.718 (beli) - Rp16.745 (jual) e-rate
- Bank Mandiri (BMRI): Rp16.700 (beli) - Rp16.730 (jual) special rate
- Bank Negara Indonesia (BNI/BBNI): Rp16.723 (beli) - Rp16.753 (jual) special rate 5
Outlook Pasar
Analis ekonomi Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa rupiah kemungkinan akan tetap tertekan, berpotensi ditutup antara Rp16.720-Rp16.750 per USD 5. Pasar saat ini fokus pada data inflasi AS yang akan datang dan potensi risiko stagflasi di ekonomi AS, yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang lebih lanjut.
Sumber
- [Kontan - Efek Putusan Suku Bunga](
- [Kontan - Rupiah Dibuka Menguat](
- [Kontan - Kurs Rupiah Melemah](
- [Detik Finance - Dolar AS Melemah](
- [Bisnis.com - Rupiah Menguat](