Key insights and market outlook
Rusia meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik dalam eskalasi signifikan, di tengah memburuknya hubungan dengan negara-negara Barat. Peluncuran ini terjadi setelah serangkaian kemunduran bagi Rusia, termasuk penyitaan kapal tanker minyak berbendera Rusia oleh pasukan AS dan pengumuman Inggris dan Perancis untuk kemungkinan mengerahkan pasukan ke Ukraina. Para ahli menilai peluncuran rudal ini sebagai demonstrasi kemampuan militer yang ditujukan kepada AS dan Eropa.
Rusia telah meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik canggihnya dalam apa yang digambarkan para ahli sebagai demonstrasi kemampuan militer yang jelas ditujukan kepada negara-negara Barat. Peluncuran ini, yang diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin, terjadi pada saat ketegangan diplomatik meningkat dan kemunduran signifikan bagi kepentingan Rusia.
Serangan rudal ini, yang menargetkan Ukraina, mengikuti serangkaian perkembangan buruk bagi Rusia:
Gerhard Mangott, ahli Rusia dari University of Innsbruck, Austria, menafsirkan peluncuran Oreshnik sebagai sinyal strategis kepada Amerika Serikat dan negara-negara Eropa tentang kapabilitas militer Rusia. Rudal ini, yang pertama kali digunakan pada November 2024 dan kemudian disimpan, kini digunakan kembali dalam apa yang tampak sebagai taktik eskalasi.
Peluncuran ini memiliki implikasi signifikan bagi keamanan global, khususnya dalam konteks konflik berkelanjutan di Ukraina. Ini menunjukkan kesediaan Rusia untuk menggunakan aset militer tercanggihnya sebagai respons terhadap ancaman dan tantangan yang dirasakan dari negara-negara Barat.
Military Conflict Escalation
Geopolitical Tensions Increase