Key insights and market outlook
Militer Rusia meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik ke target di Ukraina, menandai penggunaan kedua dari sistem senjata canggih ini. Serangan ini, yang digambarkan sebagai respons terhadap dugaan upaya drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin, menargetkan infrastruktur kritis. Rudal Oreshnik, yang mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 10 kali kecepatan suara, diklaim mustahil dicegat oleh Putin.
Militer Rusia telah meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik ke target di Ukraina, menandai penggunaan kedua dari sistem senjata canggih ini dalam konflik yang sedang berlangsung. Serangan ini digambarkan oleh otoritas Rusia sebagai respons terhadap dugaan upaya drone Ukraina terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin bulan lalu, klaim yang telah dibantah oleh Kyiv.
Rudal Oreshnik, yang dikenal karena kecepatannya yang melebihi 10 kali kecepatan suara, diklaim oleh Presiden Putin sebagai mustahil dicegat karena kemampuan hipersoniknya. Sistem senjata ini sangat signifikan karena mampu membawa hulu ledak nuklir, meskipun tidak ada indikasi bahwa rudal yang digunakan dalam serangan terbaru ini dilengkapi dengan senjata nuklir.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan rudal ini menargetkan infrastruktur kritis di Ukraina. Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas yang dilaporkan mencakup penggunaan drone serang dan senjata presisi jarak jauh dari platform darat dan laut. Pendekatan gabungan senjata ini menunjukkan pengembangan taktik militer kompleks Rusia yang terus berlanjut di wilayah tersebut.