Key insights and market outlook
Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke Kyiv pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025, tepat dua hari sebelum Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dijadwalkan bertemu dengan mantan Presiden AS Donald Trump di Amerika Serikat. Serangan tersebut melibatkan penyerangan rudal dalam jumlah besar dan aktivitas militer yang signifikan, dengan sistem pertahanan udara Ukraina merespons serangan tersebut. Waktu serangan ini bertepatan dengan upaya diplomatik kritis untuk menyelesaikan konflik hampir empat tahun antara Rusia dan Ukraina.
Rusia melancarkan operasi militer signifikan terhadap Kyiv pada 27 Desember 2025, tepat 48 jam sebelum Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dijadwalkan bertemu dengan mantan Presiden AS Donald Trump di Amerika Serikat. Serangan tersebut ditandai dengan ledakan besar dan aktivitas militer intensif, dengan sistem pertahanan Ukraina merespons aktif terhadap serangan tersebut.
Serangan tersebut melibatkan penyerangan rudal dalam jumlah besar oleh pasukan Rusia, memicu militer Ukraina untuk mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka. Eskalasi ini terjadi pada momen kritis dalam upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun. Pertemuan antara Zelenskiy dan Trump dipandang sebagai kesempatan penting untuk membahas potensi perjanjian damai dan upaya rekonstruksi.
Waktu serangan ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi gangguan terhadap diskusi diplomatik yang direncanakan. Komunitas internasional memantau perkembangan situasi dengan cermat, terutama bagaimana eskalasi ini dapat mempengaruhi negosiasi antara pemimpin Ukraina dan mantan pemimpin AS.
Serangan Rusia ke Kyiv
Pertemuan Zelenskiy-Trump