Key insights and market outlook
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), emiten CPO Grup Salim, melaporkan pertumbuhan laba signifikan di 2025. Laba bersih LSIP mencapai Rp 1,24 triliun, naik 55,27% YoY, sementara laba bersih SIMP melonjak 75,97% YoY menjadi Rp 1,41 triliun. Pertumbuhan pendapatan didorong oleh harga jual rata-rata dan volume penjualan produk sawit yang lebih tinggi.
Perusahaan CPO di bawah Grup Salim, yaitu PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), menunjukkan kinerja keuangan yang kuat selama sembilan bulan pertama tahun 2025. LSIP melaporkan laba bersih sebesar Rp 1,24 triliun hingga September 2025, meningkat 55,27% YoY dibandingkan Rp 803,34 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh peningkatan 35,3% YoY dalam pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, mencapai Rp 3,95 triliun pada kuartal III 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan volume penjualan produk sawit yang meningkat. Pendapatan LSIP terutama disumbang oleh segmen minyak sawit sebesar Rp 2,93 triliun, diikuti oleh Rp 764,89 miliar dari segmen inti sawit dan produk terkait.
SIMP juga mencatat laba bersih sebesar Rp 1,41 triliun hingga September 2025, meningkat 75,97% YoY dari Rp 806,19 miliar. Pendapatan SIMP tumbuh 32,75% YoY, mencapai Rp 14,92 triliun pada kuartal III 2025. Pendapatan SIMP terutama dihasilkan dari segmen usaha minyak dan lemak nabati (Rp 10,49 triliun) dan segmen perkebunan (Rp 10,26 triliun).
Kinerja kuat LSIP dan SIMP menunjukkan ketahanan bisnis CPO Grup Salim di 2025. Pertumbuhan profitabilitas didukung oleh kondisi pasar yang menguntungkan, termasuk harga sawit yang lebih tinggi dan permintaan yang meningkat. Investor disarankan untuk memantau kinerja emiten ini untuk potensi peluang investasi.
CPO Companies Profit Growth
Revenue Increase in Palm Oil Segment