Key insights and market outlook
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) diproyeksikan mencapai pertumbuhan produksi 5% di tahun 2026 untuk CPO dan tandan buah segar (TBS), berdasarkan pernyataan perusahaan. Target pertumbuhan ini muncul seiring pemulihan perusahaan dari dampak El-Nino di tahun 2023-2024 yang sebelumnya menghambat produksi. Total produksi TBS naik 13% YoY menjadi 1,2 juta ton di kuartal III 2025 seiring membaiknya kondisi cuaca.
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), pemain utama di sektor pertanian Indonesia, memproyeksikan target pertumbuhan produksi sebesar 3-5% untuk Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS) di tahun 2026. Menurut Budi Setiawan Halim, CEO perusahaan, meskipun target pasti masih dalam penyusunan, manajemen mengantisipasi pertumbuhan dalam kisaran tersebut.
Proyeksi pertumbuhan ini muncul seiring Sampoerna Agro melanjutkan pemulihannya dari dampak buruk El-Nino di tahun 2023-2024 yang secara signifikan mempengaruhi tingkat produksi. Kinerja kuartal III 2025 perusahaan menunjukkan perbaikan signifikan, dengan produksi TBS naik 13% YoY menjadi 1,2 juta ton. Pemulihan ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang lebih baik setelah fenomena El-Nino.
Pertumbuhan produksi yang diantisipasi di tahun 2026 diharapkan berdampak positif pada posisi pasar dan kinerja keuangan Sampoerna Agro. Ketika perusahaan bergerak menuju pencapaian target produksinya, investor akan terus memantau kemajuan dan penyesuaian strategis apa pun terhadap rencana produksi. Kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan cuaca sambil mempertahankan pertumbuhan akan sangat krusial bagi kesuksesan jangka panjangnya di pasar CPO yang kompetitif.
Production Growth Target Announcement
Q3 2025 Production Results