Key insights and market outlook
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) menargetkan pertumbuhan penjualan 7-8% pada tahun 2026 melalui strategi bisnis moderat. Perusahaan yang beroperasi di industri pupuk non subsidi ini optimis dapat mencapai target tersebut jika permintaan dari sektor kelapa sawit tetap kuat. Proyeksi pertumbuhan ini didasarkan pada asumsi makroekonomi yang optimis untuk tahun 2026, termasuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dan inflasi terkendali pada level 2,5%.
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF), yang beroperasi di sektor pupuk non subsidi Indonesia, telah mengumumkan target pertumbuhan moderat sebesar 7-8% untuk kinerja penjualannya di tahun 2026. Direktur Utama perusahaan, Yahya Taufik, menyatakan bahwa target ini didasarkan pada asumsi makroekonomi yang optimis untuk tahun depan.
Anggaran pemerintah Indonesia untuk tahun 2026 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%, dengan nilai tukar rupiah yang diharapkan tetap stabil di sekitar Rp16.500 per USD dan inflasi terkendali pada level 2,5%. Faktor-faktor ini dipandang sebagai indikator positif bagi pertumbuhan industri, khususnya di sektor pupuk non subsidi yang mencakup produk Nitrogen, Fosfor, dan Kalium (NPK).
Kinerja bisnis Saraswanti sangat terkait dengan sektor perkebunan kelapa sawit, yang merupakan pasar utamanya. Perusahaan tetap optimis untuk mencapai target penjualannya jika permintaan dari sektor pertanian, khususnya produsen kelapa sawit, tetap kuat. Proyeksi pertumbuhan moderat ini mencerminkan pendekatan yang hati-hati sambil tetap memanfaatkan peluang potensial di pasar pupuk.
Manajemen perusahaan percaya bahwa mempertahankan strategi pertumbuhan moderat akan memungkinkan mereka untuk menghadapi potensi fluktuasi ekonomi sambil tetap mencapai ekspansi yang signifikan. Pendekatan ini dipandang sebagai respons yang seimbang terhadap indikator makroekonomi positif dan tantangan spesifik sektor.
2026 Sales Growth Target
Moderate Business Strategy