Key insights and market outlook
Arab Saudi berencana untuk membuka dua toko minuman beralkohol baru, termasuk satu yang melayani staf asing non-Muslim di perusahaan minyak negara Aramco, sebagai bagian dari upaya Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk meliberalisasi kerajaan konservatif. Toko-toko baru di Dhahran dan Jeddah akan menandai kemajuan lebih lanjut dalam pelonggaran bertahap pembatasan sosial di negara tersebut, setelah pembukaan toko minuman beralkohol pertama di Riyadh tahun lalu.
Arab Saudi berencana membuka dua toko minuman beralkohol tambahan, melanjutkan langkah gradual negara tersebut menjauh dari pelarangan alkohol yang historis sangat ketat. Keputusan ini, yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, mewakili pergeseran signifikan dalam kebijakan sosial konservatif negara.
Toko-toko baru akan berlokasi di Dhahran, melayani staf asing non-Muslim di perusahaan minyak negara Aramco, dan di Jeddah, melayani diplomat. Ini mengikuti pembukaan toko minuman beralkohol modern pertama di Riyadh tahun lalu, yang menjadi momen bersejarah dalam liberalisasi sosial di kerajaan.
Perkembangan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memodernisasi Arab Saudi dan membuatnya lebih menarik bagi talenta dan investasi asing. Pelonggaran penjualan alkohol adalah salah satu aspek dari agenda reformasi Vision 2030 oleh putra mahkota, yang bertujuan untuk diversifikasi ekonomi dan mengubah citra konservatif kerajaan.
New Liquor Store Openings
Social Restrictions Easing
Economic Diversification Efforts