Key insights and market outlook
Royal Dutch Shell berencana kembali ke sektor migas Indonesia melalui proyek baru. Perusahaan telah melakukan studi bersama dengan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (Kufpec) dan mengajukan proposal untuk lima wilayah kerja baru - dua lepas pantai dan tiga darat. Kementerian ESDM RI saat ini sedang mengevaluasi proposal Shell. Langkah ini diambil setelah Shell sebelumnya keluar dari sektor hulu migas Indonesia ketika menjual 35% sahamnya di Blok Masela kepada Pertamina dan Petronas di tahun 2023.
Royal Dutch Shell berencana kembali ke sektor migas Indonesia melalui proyek eksplorasi dan produksi baru. Menurut Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, Shell telah melakukan studi bersama dengan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (Kufpec) dengan skema 50:50. Perusahaan telah mengajukan proposal untuk lima wilayah kerja baru ke Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas), dengan dua lokasi lepas pantai dan tiga darat.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI saat ini sedang mengevaluasi proposal yang diajukan Shell. Meskipun lokasi spesifik wilayah kerja yang diusulkan tidak diungkapkan, Djoko Siswanto mengonfirmasi bahwa evaluasi sedang berlangsung. Kembalinya Shell ke sektor migas Indonesia dipandang sebagai perkembangan signifikan, mengingat kehadiran sebelumnya dan keluarnya perusahaan dari industri hulu migas negara tersebut.
Shell sebelumnya telah menjual sahamnya di Blok Masela, lapangan gas lepas pantai yang signifikan, pada tahun 2023. Perusahaan menjual 35% participating interest kepada PT Pertamina (Persero) dan Petronas. Pertamina mengakuisisi 20% saham melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi, sementara Petronas Masela Sdn Bhd mengambil 15% saham. Proposal saat ini menunjukkan minat kembali Shell pada sektor migas Indonesia, yang berpotensi menandakan kepercayaan pada iklim investasi dan potensi energi negara tersebut.
Kembalinya Shell ke sektor migas Indonesia berpotensi membawa beberapa implikasi. Hal ini dapat membawa investasi tambahan dalam aktivitas eksplorasi dan produksi, yang berpotensi meningkatkan produksi energi domestik. Keterlibatan perusahaan minyak internasional besar seperti Shell juga dapat membawa teknologi dan keahlian canggih ke sektor ini. Namun, proyek-proyek tersebut perlu mematuhi kebijakan energi dan peraturan lingkungan yang berkembang di Indonesia.
Shell Returns to Indonesian Oil and Gas Sector
New Oil and Gas Exploration Proposals
Potential Major Investment in Energy Sector