Key insights and market outlook
Harga perak telah lebih dari dua kali lipat di 2025, naik dari US$30 per ons troi menjadi US$70. Lonjakan ini disebabkan oleh tekanan inflasi, keterbatasan pasokan, ketidakpastian geopolitik, dan meningkatnya permintaan industri. Pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir 2025 semakin meningkatkan minat terhadap aset keras seperti perak. Dengan harga yang mendekati level tertinggi historis, investor bertanya-tanya apakah perak masih bisa naik atau berpotensi mengalami fase pendinginan di 2026.
Perak telah mengalami kenaikan harga yang luar biasa di 2025, dengan nilai lebih dari dua kali lipat dari US$30 per ons troi pada awal tahun menjadi sekitar US$70 pada Desember. Pertumbuhan luar biasa ini telah menarik perhatian investor logam mulia berpengalaman dan pendatang baru yang mencari alternatif di tengah volatilitas pasar saham.
Beberapa faktor utama telah berkontribusi pada kinerja perak yang impresif:
Ketika harga perak sekarang mendekati level tertinggi historis, para pelaku pasar memperdebatkan apakah logam ini dapat terus naik atau berpotensi mengalami koreksi. Jawabannya tergantung pada berbagai faktor, termasuk keputusan kebijakan moneter di masa depan, tren inflasi, dan dinamika permintaan industri.
Investor sedang mengamati apakah momentum saat ini akan berlanjut atau jika pengambilan keuntungan akan menyebabkan retraksi harga. Kenaikan persentase yang belum pernah terjadi sebelumnya di 2025 telah menetapkan standar yang tinggi untuk kinerja 2026. Pelaku pasar akan memantau indikator ekonomi, kebijakan bank sentral, dan pola konsumsi industri untuk menilai prospek perak di tahun mendatang.
Silver Price Surge in 2025
Federal Reserve Rate Cuts
Industrial Demand Growth