Key insights and market outlook
Harga perak telah melonjak ke level tertinggi baru setelah gangguan operasional di Chicago Mercantile Exchange milik CME Group. Harga menguat 0,15% ke US$56,514 per ons, didorong oleh harapan pemotongan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember dan peningkatan arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF). Pergerakan harga ini terjadi selama volume perdagangan rendah pada Black Friday di AS dan setelah gangguan di CME yang menyebabkan masalah likuiditas.
Harga perak telah mencapai level tertinggi baru setelah gangguan operasional signifikan di Chicago Mercantile Exchange yang dimiliki oleh CME Group. Harga perak menguat sebesar 0,15% menjadi US$56,514 per ons per 29 November 2025. Rekor terbaru ini melampaui level tertinggi sebelumnya yang dicapai selama tekanan di pasar London pada bulan Oktober.
Lonjakan harga perak terutama didorong oleh dua faktor utama: harapan meningkatnya pemotongan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember dan peningkatan investasi di dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung logam mulia. Faktor-faktor ini telah menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi logam mulia, khususnya perak, karena investor mencari aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi.
Harga rekor ini tercapai selama periode volume perdagangan rendah pada Black Friday di Amerika Serikat, yang biasanya ditandai dengan likuiditas pasar yang berkurang. Gangguan di CME sebelumnya telah menyebabkan volatilitas pasar yang signifikan, dengan selisih harga beli dan jual emas yang melebar secara substansial sebelum sebagian besar operasi perdagangan kembali normal.
Rekor baru ini terjadi hanya sebulan setelah krisis pasokan parah di hub perdagangan utama London, yang menyebabkan harga melonjak di atas level di Shanghai dan New York. Meskipun kedatangan hampir 54 juta troy ons telah meredakan sebagian tekanan, pasar tetap sangat terkendala dengan biaya pinjaman logam satu bulan di atas level normal.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa harga perak mungkin tetap volatil dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter dan faktor likuiditas pasar. Pemotongan suku bunga Federal Reserve yang diharapkan terus menjadi pendorong signifikan, yang berpotensi mempertahankan tekanan kenaikan pada harga logam mulia.
Silver Price Record High
CME Operational Disruption
Federal Reserve Rate Cut Expectations