Harga Perak Mencapai Rekor Tertinggi Setelah China Perketat Ekspor
Lonjakan Harga Rekor
Harga perak telah mencapai level rekor di atas US$79 per ons 2, menandai pencapaian penting di pasar logam mulia. Kenaikan tahun ini telah sangat signifikan sebesar 159%, jauh melampaui kenaikan emas sebesar 70% selama periode yang sama 1. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh keputusan China untuk memberlakukan kontrol ekspor ketat terhadap perak, tungsten, dan antimon efektif 1 Januari 2025 1.
Dampak Pembatasan Ekspor China
Sebagai produsen perak terbesar kedua dunia dengan produksi 3.300 metrik ton pada 2024 1, peraturan baru China telah berdampak signifikan terhadap dinamika pasokan global. Persyaratan izin ekspor khusus dari Kementerian Perdagangan (Mofcom) diperkirakan akan membatasi ketersediaan pasokan dan menguntungkan perusahaan besar yang memiliki sumber daya untuk mematuhi regulasi 1.
Dinamika Pasar dan Perilaku Investor
Pergerakan harga perak diikuti oleh pergerakan serupa pada logam mulia lainnya. Harga emas juga mencapai rekor tertinggi, dengan harga spot ditutup di US$4.533,21 per ons dan kontrak berjangka Februari 2026 diperdagangkan di US$4.552,7 per ons 2. Lonjakan harga logam mulia didorong oleh permintaan investor terhadap aset safe-haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi. Pelaku pasar juga mengantisipasi pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve pada 2026, yang berkontribusi pada dinamika pasar saat ini.
Prospek Pasar
Menurut Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, "Ekspektasi pelonggaran Fed lebih lanjut di 2026, dolar yang lemah, dan meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong volatilitas di pasar yang tipis" 2. Meskipun ada antisipasi aksi ambil untung sebelum akhir tahun, tren keseluruhan tetap kuat didukung oleh faktor fundamental.
Sumber
- [Kontan - Perak Cetak Rekor Tertinggi](
- [Kontan - Makin Kinclong, Harga Perak Tembus ke US$ 79](