Key insights and market outlook
Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengumumkan pemberlakuan green fuel levy pada penerbangan yang berangkat dari Singapura mulai tahun depan. Biaya tambahan ini akan berkisar antara US$1 hingga US$41,60 per tiket, tergantung pada rute dan kelas penerbangan. Penumpang kelas ekonomi pada penerbangan jarak dekat di Asia Tenggara hanya akan dikenakan biaya tambahan US$1 (Rp 16.600), sementara penumpang kelas bisnis pada penerbangan jarak jauh ke Amerika Serikat akan dikenakan biaya yang jauh lebih tinggi.
Singapura menjadi negara pertama yang menerapkan green fuel levy pada perjalanan udara, yang akan mempengaruhi semua penumpang yang berangkat dari bandara-bandara di Singapura. Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) mengumumkan bahwa biaya tambahan ini akan bervariasi berdasarkan rute dan kelas perjalanan.
Green fuel levy akan diberlakukan dengan skala yang berbeda:
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi lingkungan Singapura yang lebih luas untuk mengurangi emisi karbon di sektor penerbangan. Pendapatan yang dihasilkan dari green fuel levy diharapkan dapat mendukung pengembangan dan adopsi bahan bakar penerbangan yang berkelanjutan.
Green Fuel Levy Implementation
Sustainable Aviation Policy