Key insights and market outlook
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), produsen semen, sedang menyusun strategi pemulihan setelah sahamnya disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena ketidakpatuhan terhadap ketentuan free float per 31 Desember 2024. Saham SMCB telah terhenti di level Rp 775 per saham sejak 31 Januari 2025. Sebagai bagian dari grup Badan Usaha Milik Negara (BUMN), SMCB sedang mengkaji opsi untuk memenuhi persyaratan free float.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), produsen semen terkemuka di Indonesia, sedang menyusun strategi pemulihan setelah sahamnya disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Suspensi ini dipicu oleh kegagalan perusahaan memenuhi persyaratan free float minimum 7,5% per 31 Desember 2024. Sebagai konsekuensinya, BEI mengenakan sanksi penghentian perdagangan sementara efektif 31 Januari 2025, sehingga harga saham SMCB terhenti di level Rp 775 per saham.
Menurut Andika Lukmana, Corporate Secretary SMCB, perusahaan saat ini sedang mengkaji berbagai opsi untuk mematuhi ketentuan free float. Sebagai bagian dari grup Badan Usaha Milik Negara (BUMN), SMCB sedang mengeksplorasi langkah-langkah strategis untuk memenuhi kewajiban regulasi sambil mempertahankan posisinya di pasar. Status perusahaan sebagai bagian dari grup BUMN diperkirakan akan mempengaruhi strategi pemulihan dan solusi potensial yang akan diambil.
Suspensi yang berkepanjangan ini memiliki implikasi signifikan terhadap likuiditas pasar dan kepercayaan investor. Dengan saham yang terhenti di Rp 775, investor tidak dapat memperdagangkan saham SMCB selama hampir setahun, sehingga mempengaruhi dinamika pasar. Kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan rencana pemulihan yang efektif akan sangat krusial dalam memulihkan kepercayaan investor dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi BEI.
Stock Suspension by IDX
Free Float Non-Compliance Penalty
Corporate Recovery Strategy Development