Key insights and market outlook
Won Korea Selatan terus mengalami penurunan, melemah 0,3% menjadi 1.448,6 per dolar AS, menandai sesi keempat berturut-turut dengan kerugian. Menteri Keuangan Koo Yun-cheol dan gubernur bank sentral berjanji untuk memantau dengan cermat pasar keuangan dan mengatasi ketidakseimbangan struktural di pasar valuta asing. Kelemahan won bertentangan dengan fundamental ekonomi Korea yang kuat.
Won Korea Selatan telah memperpanjang rekor penurunan, melemah 0,3% menjadi 1.448,6 per dolar AS pada 5 Januari 2026. Ini menandai sesi perdagangan keempat berturut-turut dengan penurunan, meskipun Korea memiliki fundamental ekonomi yang kuat. Mata uang ini sebelumnya mengalami rebound tajam dari titik terendah delapan bulan pada akhir Desember setelah intervensi kebijakan untuk membalikkan tren.
Menteri Keuangan Koo Yun-cheol, dalam pidato yang disiapkan untuk acara Tahun Baru pada 5 Januari, menyatakan bahwa pemerintah akan memantau dengan cermat pasar keuangan dan valuta asing. Administrasi berjanji untuk mengatasi ketidakseimbangan struktural permintaan-penawaran di pasar valuta asing. Komitmen ini muncul ketika para pembuat kebijakan menghadapi tekanan untuk menstabilkan mata uang di tengah penurunan yang terus-menerus.
Kelemahan won yang terus berlanjut meskipun indikator ekonomi Korea yang kuat telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan pembuat kebijakan. Performa mata uang ini diawasi ketat karena dapat memengaruhi daya saing ekspor Korea dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Tanggapan cepat pemerintah menunjukkan pendekatan proaktif dalam mengelola volatilitas mata uang dan menjaga kepercayaan pasar.
Won Currency Decline
Government Currency Intervention
FX Market Monitoring