Key insights and market outlook
S&P Global memproyeksikan permintaan tembaga akan meningkat 50% pada tahun 2040, terutama didorong oleh pertumbuhan di sektor kecerdasan buatan, pertahanan, dan kendaraan listrik. Laporan tersebut menyoroti potensi defisit pasokan lebih dari 10 juta metrik ton per tahun kecuali jika daur ulang dan penambangan meningkat secara signifikan. Sifat unik tembaga menjadikannya penting bagi berbagai industri termasuk konstruksi, teknologi, dan elektronik.
Laporan terbaru S&P Global mengungkapkan bahwa permintaan tembaga diperkirakan akan meningkat sebesar 50% pada tahun 2040, terutama didorong oleh teknologi yang muncul seperti kecerdasan buatan (AI), sistem pertahanan, dan kendaraan listrik. Meningkatnya kebutuhan tembaga berasal dari sifat konduktivitas listrik yang sangat baik, ketahanan terhadap korosi, dan kemudahan dibentuk, menjadikan tembaga sebagai komponen penting di berbagai industri termasuk konstruksi, transportasi, teknologi, dan elektronik.
Laporan tersebut memperingatkan potensi defisit pasokan yang melebihi 10 juta metrik ton per tahun jika investasi signifikan dalam daur ulang dan penambangan tidak terwujud. Keterlambatan ini dapat memiliki implikasi luas bagi industri yang bergantung pada tembaga, yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga dan gangguan rantai pasokan.
Lonjakan permintaan tembaga yang diantisipasi menghadirkan peluang dan tantangan. Perusahaan yang terlibat dalam penambangan dan daur ulang tembaga kemungkinan akan mendapat manfaat dari peningkatan permintaan, sementara industri yang bergantung pada tembaga mungkin menghadapi biaya yang lebih tinggi dan potensi masalah rantai pasokan. Laporan tersebut menekankan perlunya perencanaan strategis dan investasi dalam rantai pasokan tembaga untuk mengurangi potensi kekurangan.
Copper Demand Projection
Supply Chain Challenges