Key insights and market outlook
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), yang dikenal sebagai Spindo, menargetkan pertumbuhan 5-10% baik volume penjualan maupun laba bersih di 2026. Perusahaan akan mengoperasikan secara bertahap unit produksi ketujuh sebagai bagian dari proyek ekspansinya. Kinerja Spindo dipengaruhi oleh fluktuasi harga baja global, dengan potensi perubahan harga antara 10-20%. Perusahaan tetap optimis terhadap prospek industri baja meskipun ada tantangan.
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), yang umum dikenal sebagai Spindo, mengadopsi strategi pertumbuhan konservatif untuk 2026 dengan menargetkan peningkatan 5-10% baik volume penjualan maupun laba bersih. Pendekatan hati-hati ini diambil seiring perusahaan yang akan mengoperasikan secara bertahap unit produksi ketujuh sebagai bagian dari proyek ekspansi yang sedang berlangsung.
Kinerja keuangan Spindo sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga baja global. Average Selling Price (ASP) perusahaan ini secara langsung terpengaruh oleh harga baja internasional, yang diperkirakan berpotensi berfluktuasi antara 10-20% di 2026. Menurut Johanes W. Edward, Chief Strategy & Business Development Officer dan Corporate Secretary, meskipun industri baja menunjukkan prospek yang menjanjikan di 2026, perusahaan menyadari adanya tantangan di depan.
Johanes berharap harga baja akan lebih stabil di 2026, meskipun mencatat kemungkinan volatilitas yang terus berlanjut. Strategi pertumbuhan perusahaan ini tampaknya dibangun berdasarkan outlook yang hati-hati ini, dengan menyeimbangkan antara upaya ekspansi dan ketidakpastian pasar. Pengoperasian bertahap unit produksi baru diharapkan dapat berkontribusi pada target pertumbuhan sambil mengelola potensi fluktuasi pasar.
Production Expansion
Growth Target Announcement