Key insights and market outlook
Star Energy Geothermal (SEG), anak perusahaan Barito Renewables, akan memodernisasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Wayang Windu berkapasitas 230,5 MW di Jawa Barat melalui kerja sama dengan ABB. Modernisasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi energi dan memastikan pasokan listrik stabil bagi jutaan rumah tangga di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Proyek ini melibatkan peningkatan Sistem Kontrol Terdistribusi (DCS) menggunakan teknologi ABB Ability Symphony Plus DCS.
Star Energy Geothermal (SEG), anak perusahaan Barito Renewables, telah bermitra dengan ABB, pemimpin teknologi global, untuk memodernisasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Wayang Windu di Jawa Barat, Indonesia. Kolaborasi strategis ini bertujuan meningkatkan kapasitas pembangkit dan mengoptimalkan kemampuan produksi energinya.
PLTP Wayang Windu dengan kapasitas 230,5 MW merupakan komponen penting infrastruktur energi Indonesia, menyuplai listrik bagi jutaan rumah tangga di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Inisiatif modernisasi ini mencakup peningkatan Sistem Kontrol Terdistribusi (DCS) untuk Unit 1 dan 2 menggunakan teknologi Symphony Plus DCS canggih dari ABB. Peningkatan ini akan memungkinkan SEG mengelola kebutuhan variabel pembangkitan energi panas bumi dengan lebih efektif sekaligus menjaga pasokan listrik yang stabil dan andal.
Group CEO SEG, Hendra Soetjipto Tan, menekankan komitmen perusahaan untuk memaksimalkan potensi energi panas bumi dan mempercepat transisi Indonesia menuju masa depan rendah karbon. Modernisasi PLTP Wayang Windu merupakan langkah signifikan menuju tujuan ini, memanfaatkan solusi inovatif dan keahlian global ABB di sektor energi.
Modernisasi PLTP Wayang Windu diharapkan berdampak positif pada sektor energi Indonesia dengan meningkatkan efisiensi dan keandalan produksi energi terbarukan. Inisiatif ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk memperluas kapasitas energi terbarukan dan mengurangi jejak karbonnya.
Geothermal Power Plant Modernization
Renewable Energy Infrastructure Upgrade