Key insights and market outlook
Starbucks mengalami kerugian nilai pasar $30 miliar di bawah kepemimpinan CEO Laxman Narasimhan karena inefisiensi operasional meskipun memiliki latar belakang teoretis yang impresif. Harga saham perusahaan anjlok selama masa jabatannya yang 17 bulan karena ia kesulitan mengimplementasikan perubahan praktis. Pengganti Narasimhan, Brian Niccol, mantan CEO Taco Bell, berhasil memulihkan nilai perusahaan dengan menambah $20 miliar kapitalisasi pasar tak lama setelah mengambil alih.
Starbucks, raksasa kopi global, menghadapi tantangan signifikan di bawah kepemimpinan Laxman Narasimhan, yang menjadi CEO pada April 2023. Meskipun memiliki latar belakang impresif setelah bekerja di McKinsey dan PepsiCo, Narasimhan kesulitan menerjemahkan keahliannya yang teoritis menjadi kesuksesan praktis. Masa orientasinya selama lima bulan bersama mantan CEO Howard Schultz tampak menjanjikan, dengan presentasi briliannya dan kerangka kerja detail untuk perbaikan.
Namun, selama masa jabatannya, gerai-gerai Starbucks menghadapi berbagai masalah operasional, termasuk waktu tunggu yang lama rata-rata 20 menit per pesanan, masalah teknis dengan mesin espresso, dan tunggakan pesanan mobile. Masalah-masalah ini menyebabkan penjualan menurun dan penurunan signifikan pada nilai pasar Starbucks - kerugian kapitalisasi pasar yang sangat besar, $30 miliar. Harga saham perusahaan terus merosot sepanjang kepemimpinannya yang berlangsung 17 bulan, mengungkapkan kesenjangan kritis antara perencanaan strategis dan eksekusi.
Situasi berubah drastis ketika Brian Niccol, mantan CEO Taco Bell, mengambil alih sebagai CEO baru Starbucks. Pengalaman praktis dan kemampuan bisnis Niccol yang nyata menghasilkan pemulihan cepat, dengan nilai pasar Starbucks meningkat $20 miliar tak lama setelah penunjukannya. Transisi ini menyoroti pentingnya kepemimpinan yang dapat mengeksekusi strategi secara efektif di tingkat operasional.
Kasus Starbucks ini menjadi pelajaran berharga bagi bisnis tentang pentingnya menyeimbangkan visi strategis dengan kapabilitas operasional dalam penunjukan kepemimpinan.
$30 Billion Market Value Loss
CEO Change to Brian Niccol
$20 Billion Market Value Recovery