Key insights and market outlook
Kinerja keuangan Starbucks Malaysia menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah boikot besar-besaran. Operator Starbucks Malaysia, Berjaya Food Bhd., melaporkan penurunan kerugian bersih menjadi RM14.8 juta di kuartal pertama, yang merupakan penurunan lebih dari 50% dibandingkan kerugian sebelumnya. Pendapatan naik 3.3% secara tahunan, menandakan pemulihan bisnis yang gradual. CEO Sydney Lawrance Quays menyatakan adanya tren pemulihan yang lambat namun positif seiring meredanya dampak boikot.
Bisnis Starbucks Malaysia secara bertahap menunjukkan pemulihan setelah boikot besar-besaran yang dipicu oleh konflik Gaza. Berjaya Food Bhd., operator Starbucks di Malaysia, melaporkan peningkatan kinerja keuangan di kuartal pertama. Kerugian bersih perusahaan menurun signifikan menjadi RM14.8 juta (sekitar Rp59.53 miliar), yang merupakan penurunan lebih dari setengah dibandingkan kerugian sebelumnya.
Hasil keuangan menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 3.3% secara tahunan, menandakan tren positif dalam pemulihan bisnis. CEO Sydney Lawrance Quays menyatakan bahwa meskipun pemulihannya lambat, terdapat tanda-tanda positif yang terlihat untuk kinerja di masa depan. Manajemen perusahaan tetap optimis dengan hati-hati terhadap prospek bisnis seiring meredanya dampak boikot.
Boikot sebelumnya telah mengakibatkan penutupan gerai dan kerugian finansial signifikan bagi Starbucks Malaysia. Namun, hasil keuangan terbaru menunjukkan titik balik bagi perusahaan. Pertumbuhan pendapatan yang gradual dan penurunan kerugian mengindikasikan bahwa Starbucks Malaysia kembali ke lingkungan operasional yang lebih stabil. Kemampuan perusahaan untuk mempertahankan momentum pemulihan ini akan sangat penting dalam menentukan kinerja keuangan masa depannya di pasar Malaysia.
Q1 Loss Reduction
Revenue Growth
Boycott Impact Subsiding