Key insights and market outlook
Banjir di Sumatra diperkirakan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, berpotensi mengurangi PDB sebesar 0,08% hingga 0,12%. Wilayah yang terdampak - Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat - memberikan kontribusi 7,8% terhadap ekonomi nasional pada tiga kuartal pertama tahun 2025. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, mencatat bahwa dampaknya signifikan namun masih dalam tingkat yang dapat dikelola.
Banjir di Sumatra yang terjadi baru-baru ini diperkirakan akan berdampak moderat pada pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Menurut Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri, wilayah yang terdampak yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memberikan kontribusi 7,8% terhadap ekonomi nasional selama tiga kuartal pertama tahun 2025. Dampak terhadap PDB diperkirakan antara -0,08% hingga -0,12%.
Tiga provinsi yang terdampak banjir memainkan peran penting dalam lanskap ekonomi Indonesia. Kontribusi gabungan mereka sebesar 7,8% terhadap ekonomi nasional selama tiga kuartal pertama 2025 menggarisbawahi pentingnya wilayah tersebut. Banjir telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi efek domino pada kinerja ekonomi nasional.
Andry Asmoro, dalam Mandiri Macro and Market Brief 4Q25, menekankan bahwa meskipun dampaknya signifikan, dampak tersebut dianggap dapat dikelola. Penilaian ini didasarkan pada tingkat keparahan banjir dan implikasi ekonominya. Pernyataan Asmoro memberikan sedikit kepastian bagi investor dan pengamat pasar yang khawatir tentang potensi dampak ekonomi.
Ekonomi Indonesia telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan. Meskipun bencana alam seperti banjir di Sumatra dapat sementara mengganggu aktivitas ekonomi, lintasan pertumbuhan secara keseluruhan diharapkan berlanjut, meskipun dengan potensi sedikit melambat. Respons pemerintah dan lembaga keuangan akan sangat penting dalam mengurangi efek buruk dan mendukung upaya pemulihan.
Dampak Banjir terhadap PDB
Penilaian Ekonomi Pascabanjir